Senin, 27 Juni 2011

SURAT YANG TAK SAMPAI


                 SURAT YANG TAK SAMPAI

Surat ini, tak kan pernah sampai padamu. Karena kurasa, aku terlalu takut untuk menggungkapkan segalanya padamu.
Surat ini, hanyalah pelarianku yang tak pernah mampu jujur padamu. Tak pernah mengerti sedikitpun tentangmu.
Yang ku tahu, setiap hal yang ada pada dirimu adalah kesempurnaan. Meski ku tahu, tak ada yang sempurna di dunia ini selain Dia. Tapi kau selalu sempurna di mataku. Sempurna dengan segala kelebihan dan kekuranganmu.
Kau malaikatku. Meski kadang kau tak pernah suka dengan sebutan itu. Meski kadang kau selalu mengganggap dirimu bukan apa – apa. Meski kau tak pernah mengakui bahwa kau sempurna. Tapi aku selalu senang mengatakannya. Kau malaikatku...
Kau malaikat yang selalu membuatku takut. Takut untuk merasa memilikimu, karena takut untuk merasa kehilangan atas dirimu. Takut jika suatu saat nanti tak bisa lagi kulihat sinar matamu, lembut pandangan mata coklatmu. Takut jika suatu hari kelak tak bisa lagi kudengar riang tawamu, indah suaramu. Takut jika beberapa saat lagi tak dapat kurasakan hangat genggaman tanganmu. Takut jika suatu saat tak dapat kucium harum aroma tubuhmu. Takut kehilanganmu dan takut memilikimu...
Aku berusaha keras. Sangat keras, untuk menjagamu. Menjaga hatimu. Meski ku tahu, akulah yang lebih rapuh darimu. Tapi tak apa, jika aku harus menjadi serpihan demi melihatmu utuh. Meski kadang aku merasa lelah dengan semua yang telah aku lakukan. Lelah yang membuatku melakukan sedikit kesalahan. Lelahku membuatmu rapuh. Hancur. Menjadi kepingan. Namun, aku selalu yakin jika kepingan dirimu dapat disatukan kembali.
Diantara kepingan yang perlahan menyatu, aku mulai takut merasaa bahagia atas diriku sendiri. Takut untuk jujur. Takut jika suatau saat kejujuran itu akan mengubah segalanya. Mengubah kebahagiaan itu sendiri.
Surat ini tak akan pernah kau terima. Karena aku terlalu takut menghancurkanmu tuk yang kedua kalinya. Hancur karena kejujuranku.
Kejujuranku berkata bahwa aku mencintaimu melebihi hidupku. Kejujuranku mengunggkapkan bahwa aku menyayangimu setulus hatiku. Kejujuranku yang tak mampu hidup tanpa menginggatmu. Kejujuranku atas seberapa besar perasaanku padamu. Kejujuranku yang membuatmu meninggalkanku.
Kau malaikatku, meski kau tak pernah suka saat aku mengatakannya. Kau malaikat dengan sejuta alasan yang selalu berkata bahwa kau tak pernah pantas untuk ku. Kau malaikat yang selalu berkata bahwa kau tak sesempurna harapanku. Kau malaikat yang selalu berucap bahwa kau terlalu hina untuk mendapat kasih sayang sebesar yang ku berikan padamu. Kau malaikat yang selalu berujar bahwa kau tak kan pernah mampu membalas perasaanku sebesar rasa yang kumiliki padamu.
Kejujuranku hanya ingin kau tahu bahwa kau tak harus membalas semua rasaku. Kejujuranku hanya ingiin kau mendengar, bahwa tak perlu menjadi sempurna untuk berada disisiku. Karena apa adanya dirimu selalu menjadi sempurna dimataku. Aku hanya ingin sedikit saja rasa tulusmu untukku. Tak perlu sebesar rasaku padamu. Sedikit tetapi murni milikmu dan dari hatimu. Kejujuranku selalu bertanya, mengapa aku harus jujur jika akhirnya harus kehilanganmu??
Surat ini tak kan pernah berada di genggamanmu.. maafkan aku.. Malaikatku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar