Aku merindukanmu.
Hingga sesak napasku
sempit pembuluh darahku.
Nyeri ulu hatiku
Aku merindukanmu.
Rindu yang tak bertepi, tak bermuara.
Aku merindukanmu.
Tanpa alasan mengapa aku merindukanmu.
Aku merindukanmu.
Dalam setiap detak jantung
di setiap hela napas
di setiap jejak langkah
di setiap kelebat memori
di setiap untai kata
di setiap lantunan doa.
Aku merindukanmu.
Melewati langit ketujuh
melintasi lima benua
mengarungi tujuh samudra.
Aku merindukanmu.
Dalam hangatnya musim panas
di dinginnya hempasan salju
di keindahan musim gugur
dalam hijaunya musim semi.
Aku merindukanmu.
Namun tak kan mungkin bertemu.
Aku merindukanmu.
Namun hanya mampu mengingatmu.
Aku merindukanmu.
Ketika kupandang bintang paling terang di selatan.
Aku merindukanmu...
Entah mengapa aku merindukanmu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar