Semua berawal dari sebuah permainan yang saya ikuti. Saat itu, saya berkumpul bersama teman-teman dalam suatu forum yang bertempat di perpustakaan umum kota Malang. Lebih tepatnya sebuah klub bahsa inggris yang bernama MAFEC. Setiap pertemuan selalu diselingi dengan berbagai permainan. Dan permainan yang saya ikuti ini berjudul ‘Yang Manakah Kamu?’.
Sambil duduk santai, kami memulai permainan itu. Moderator dan yang mengusulkan permainannya bernama Mas Irawan. Dia seorang mahasiswa jurusan psikolog di salah satu universitas di Malang.
Permainannya cukup sederhana. Tanpa penjelasan apapun, kami disuruh memilih salah satu diantara tiga pilihan, yaitu wortel, telur dan biji kopi.
Kami yang tak tahu menahu tentang permainan itu hanya mengikuti anjuran Mas Irawan. Beberapa orang memilih wortel, sebagian memilih telur dan sisanya memilih biji kopi. Termasuk aku.
Ternyata, dari pilihan masing-masing orang, Mas Irawan dapat mengetahui bagaimana karakter orang tersebut. Dia menjelaskan secara panjang lebar tentang karakter orang-orang yang memilih wortel, telur dan biji kopi. Berikut penjelasannya :
Wortel : jika wortel tersebut didinginkan atau dibiarkan di ruang terbuka, ia akan menjadi lembek karena membusuk. Begitu pula jika dipanaskan atau direbus, ia akan menjadi lunak. Jadi jika orang tersebut memilih wortel, maka karakternya tak jauh beda dengan wortel itu. Seseorang tersebut akan menjadi orang yang lemah jika ia mengalami cobaan.
Telur : bersifat mudah pecah tapi jika diebus akan menjadi keras. Seseorang yang memilih telur biasanya karakternya halus dan mudah tersakiti perasaannya. Tidak tahan menghadapi cobaan. Tapi dalam kondisi tertentu, ia bias berubah menjadi seseorang yang kuat.
Biji kopi : jika didinginkan ataupun dipanaskan, ia tak kan mengalami perubahan bentuk. Tapi ia dapat mengubah air bening yang digunakan untuk merebus menjadi kecoklatan seperti warna kopi itu sendiri. Orang yang memilih kopi biasanya memiliki karakter teguh pendirian dan tak mudah berubah dalam kondisi apapun. Namun, ia dapat mengubah keadaan seperti apa yang ia inginkan.
Dari kisah diatas, manakah pilihanmu? Karena apa yang kamu pilih, dapat menentukan karaktermu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar